Desember tahun lalu menjadi menjadi catatan pertama saya mengikuti kompetisi ctf nasional. Partisipasi pertama saya pada kategori CTF dengan format Jeopardy, di mana peserta harus menyelesaikan berbagai tantangan seperti web exploitation, cryptography, reverse engineering dan forensics untuk memperoleh point.

Saat liburan tahun baru di bulan Desember 2025. Saya mengikuti kompetisi National Cyberjawara bersama dua teman saya Rafa dan Jundi dari mahasiswa Informatika UNSOED. Dalam kompetisi ini, kami membentuk sebuah tim bernama “ambatureverse” dan berpartisipasi secara daring untuk mengerjakan challenge secara online dari website yang sudah di sediakan oleh cyberjawara. Meskipun ini merupakan pengalaman pertama kami mengikuti kompetisi CTF, kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga karena kami dapat belajar langsung mengenai CTF, bekerja sama dalam tim, serta melatih kemampuan problem solving dalam menyelesaikan challenge yang diberikan.

Kami membagi role pengerjaan sesuai dengan kompetensi masing masing. Saya berfokus untuk menyelesaikan kategori Web exploit, rafa berfokus untuk menyelesaikan kategori reverse enggineer dan jundi berfokus pada bidang forensic, kami juga mencoba berbagai kemungkinan dengan harapan menemukan celah untuk menyelesaikan challenge yang di berikan.
Ada momen dimana merasa benar-benar mentok. Sudah mencoba berbagai cara, membaca ulang soal berkali-kali,bahkan mencari referensi kesana-sini tapi tetap belum menemukan jawaban. Di titik itu, saya sempat berpikir, “Mungkin ini terlalu sulit untuk saya.”

Namun justru di momen seperti itu, saya mulai memahami bahwa CTF bukan hanya tentang menemukan jawaban dengan cepat, melainkan tentang proses berpikir, ketekunan dan cara kita menghadapi kebuntuan. Perlahan, saya belajar untuk memecah masalah menjadi bagian-bagian kecil dan melihat suatu challenge dari sudut pandang yang berbeda. Setiap langkah kecil yang berhasil kami temukan terasa sangat berarti, bahkan lebih berharga daripada sekadar mendapatkan poin. Dari situ, saya menyadari bahwa rasa frustrasi adalah bagian dari proses belajar dan bukan sesuatu yang harus dihindari.
Pengalaman pertama ini mungkin hanya langkah awal dari perjalanan yang masih panjang. Saya sendiri belum tahu sejauh apa bidang ini akan membawa saya, atau seberapa dalam saya akan terlibat di dalamnya. Namun satu hal yang saya yakini, saya ingin terus belajar, mencoba dan mendalami dunia ini dengan sungguh-sungguh. Karena di balik setiap challenge yang sulit, selalu ada pelajaran yang menunggu untuk dipahami.